Perempuan di Kaki Langit


Perempuan yang berdiri di kaki langit sewaktu matahari berpulang, siapakah: melukiskan siluet, gopoh-gapah rembang menyambut

Bayangan sendiri bersimpuh jua
pada tubir permulaan dan penghabisan yang sekali lagi disirna-ciptakan batas-batasnya dengan gigil, untuk kesekian

Salahkah senja memberi kekal pada ragu yang memuncak?

21st July 2013

Puisi ini dengan iseng saya lombakan pada @puisi360 di twitter. Beginilah ternyata rasanya pertama kali mengikuti lomba puisi, ada sedikit degdegan di hari penjurian, dan akhirnya tulisan saya tak ada yang melirik hiks.. Ya sudah, mungkin disini ada yang mau memberi apresiasi, atau ada penyair yang mau memberi petunjuk? #tabik

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Rasa and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Perempuan di Kaki Langit

  1. titintitan says:

    ah, baru pertama mah wajaaar.
    hayu ikut lagee!

    ada tuh lomba puisi2an lagi. coba aja gugling πŸ˜€

  2. rianaadzkya says:

    Hehehe setidaknya dah brani… Nah saya tak pernah bisa mencoba.. πŸ˜€ krisis kepercayaan diri *halaaaah πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s