Penguat Alasan


Kau tahu, aku sudah menemukan penguat alasan untuk membiasakan diri bike to work. Bertanyalah, apa itu … Ah, kau menjelma berlian angkuh semenjak memilih mengganti bahasamu sendiri, diammu itu ternyata lebih pekat dari sekoloni awan penebar badai yang memasuki kota minggu lalu. Alasannya, baiklah, tentu saja selain kau, pengagumku. Tapi, tidakkah aku ingin mencintai bumiku ini? Tidakkah aku ingin membalas segala kebaikannya? Udara yang bersih, matahari yang tersenyum, tanah yang subur, pohon-pohon tinggi-lebat, padang rumput yang hijau, semak-ilalang, gunung-gemunung, senja yang merindu, hutan, hujan, malam yang teduh, …, apa lagi?

Kau tahu, seperti Parang Jati yang memilih untuk menjadi pelaku spritual kritik, mungkin ia memang sedikit memberiku inspirasi. Jarak dari rumah ke kantorku hanya kurang dari 2 km, tak sebanding dengan polusi dan dampak lain yang ditimbulkan jika harus menggunakan Si Grandong motor kesayanganku. Yaa, sekalipun Si Grandong sekarang sudah membiasakan diri minum Pertamax dan membikin teman-temannya yang lebih tampan maupun cantik itu mengatupkan rahangnya rapat-rapat menahan liur karena tuan dan puannya tak mampu membelikannya minuman serupa.

Aku mulai berpikir seandainya kelak aku memiliki perusahaan, niscaya akan kubuat peraturan bahwa setiap karyawannya wajib bersepeda, dan perusahaanlah yang memfasilitasinya. Sepertinya hari itu tempat parkir bisa menjadi pemandangan indah, tak ada sepeda motor, karyawan yang bertempat tinggal jauh bolehlah naik bis perusahaan. Sedang mobil, mungkin hanya beberapa saja untuk keperluan urgent dan memang betul-betul layak memakai mobil, tak ada mobil pribadi untuk nampang dan gaya-gayaan. Kemudian perusahaan lain pun mengikuti. Kebayang jika se-Purwakarta saja karyawan perusahannya bersepeda, berapa persen polusi yang sudah pasti berkurang, berapa persen kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak yang berhasil di hemat, berapa persen kemacetan yang berhasil dikurangi. Jika satu kota saja sudah berhasil, bukan tak mungkin kota lain akan mencontoh. Dan seterusnya.

Alasan lainnya adalah namaku sendiri. Ya, nama itu konsisten mengirimi aku surat, tentu saja karena ia belum berada disini. Ia menasehatiku tentang kesederhanaan, bahwa seorang pemimpin yang sesungguhnya adalah berjiwa sederhana. Rasulullah adalah pemimpin yang hidup bersahaja, para sahabat beliau setelah menjadi khalifah juga hidup sederhana. Bahkan beberapa Sahabat Rasul pada waktu memeluk islam mereka rela menyedekahkan seluruh hartanya hanya agar bisa hidup lebih bersahaja, subhanallah. Dan tentu saja bukan mereka menolak kemapanan.

Alasan terakhir adalah—mungkin ini yang paling kuat, walau sebetulnya masih banyak alasan yang tidak sempat aku hadirkan—kau tahu, selama ini aku memfokuskan bersepeda pada waktu weekend. Dua hari itu adalah waktu aku berlatih dan hari lainnya mungkin sekedar bike for fun, tapi dapat dipastikan dua tahun kedepan aku tak akan menemui rutinitas itu lagi. Ah, ternyata ada yang harus diqurbankan untuk meraih cita-cita dan masa depan yang indah, dan kali ini harus ia: weekend-ku tanpa bersepeda—oh, tepatkah aku memilih kata “diqurbankan” pada statement itu? Bicaralah, sampai kapan kau akan melupakan bahasamu sendiri? Baiklah. Tentu “indah“ disini menurut sudut pandangku saja, mata manusia yang hanya bisa menerka-nerka tanpa tahu apa yang sebetulnya “indah” untuk dirinya sendiri, sungguh. Tapi itulah seninya ikhtiar.

Ok, let’s bike to work

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Cerita, Gowes and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Penguat Alasan

  1. titintitan says:

    zzzz…….. *ngomongo le, ojo meneng ae..

    ;d

  2. Lusi says:

    you bike to work, i bike for fun, and we baikan…
    I…hmm…i…think that’s good…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s