Secangkir


Langit teduh malam ini
Seperti kemarin; tak bertali dengan tanggal-tanggal,
purnama pamit memanggil sabit tanpa jeda
Jendela, angin; bercengkrama disela-sela gemericik tasbih.
Ada hujan diujung perjumpaan tidak bergegas, pemupus
keluh yang selalu gugur sedari dini, sehari tadi:
ia tak sampai hati menggigit ari,
menaungi peluh yang terbuat dari kayu dan bebatu
yang melunakan umbi pengganjal terik.

Bulan basah dibalik jendela
Memagar setiap sudut bilik-bilik yang berderet pelupuh
Ada cerita dan gelak tawa; sepasang
Ada aroma umbi dan teh semanis bulan
Ada satu rasa yang tak mengenal waktu
sebuah jejak dalam cangkir yang masih mengepul;
pesan sunya ranum senyum, sebelum memagut silih berganti
“Terima kasih atas secangkir nikmat yang tidak pernah habis,
cukup secangkir saja, untuk
sepasang: secangkir syukur”

29th June 2013

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Rasa and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Secangkir

  1. Lusi says:

    ahhh…ya..keren keren…5 jempol…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s