Mabuk


Indah itu,
seperti tertusuk duri mawar yang tertajam
Bilamana sumsum tulang yang jadi penumpul
Niscaya kulitmu koyak, dagingmu lebam
Mawar si pembeku darah

Indah itu,
Ketika lidah kelu tak jadi latar
Melainkan pemeran utama, penerjemah sebuah keindahan
Pagelaran sunya tempat berkumpulnya bahasa

Indah itu,
Ketika kau dan aku saling mengenal dengan diam
Saling menghitung degup jantung
Memahami dengan sunyi

Indah itu,
Kerinduan air langit yang menerjang
Memenuhi jeritan tanah (budaknya waktu)
Melumat kering dengan lidahnya, menidurkan bumi

Indah itu,
Memanggul perih tanpa henti, menahan sakit seumur bumi
Meniadakan rasa demi rasa

Indah itu hidup,
Sakit
Riang
Pilu
Rindu
Candu
Remang
Terang
Sejuk
Suci
Sunyi

Indah itu,
Cinta

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Rasa and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Mabuk

  1. Lusi says:

    Indah itu,
    Kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s