Kebetulan


Dalam kehidupan sehari-hari, disadari ataupun tidak kita sering mengalami suatu hal yang tidak disengaja atau bahkan kita sendiri tidak bisa memahaminya, kita lebih menyebutnya sebuah kebetulan. Tetapi jika hal serupa terjadi secara beberapa kali walaupun dengan rentang waktu yang tidak tentu, tak ayal akan menimbulkan pertanyaan.

Orang-orang dikantor saya tak akan terlalu heran bila komputer miliknya mendadak normal saat seorang IT hanya mendatanginya bahkan baru menyentuh mouse-nya saja padahal satu jam sebelumnya mereka mengeluhkan komputernya bermasalah. Tapi jika hal serupa terjadi pada pengguna komputer yang lain dengan objeknya variatif (printer, jaringan komputer, internet, dll.) orang-orang mulai bertanya dengan heran :). Sejatinya orang IT ini pun tidak faham dengan apa yang terjadi dan hanya menganggap sebagai sebuah kebetulan yang wajar.

Benarkah ini sebuah kebetulan? Membicarakan hal ini mengingatkan saya pada perkataan seorang penulis bernama Ayu Utami, “Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang peneliti akan mencari pola, dan seorang yang beriman akan mencari tanda-tanda rencana Tuhan”. Statement ini akan lebih logis jika kita mencoba menempati kedua posisi tersebut secara bergantian (seorang peneliti dan seorang yang beriman).

Dari sudut pandang peneliti: seorang IT yang kebetulan membetulkan trouble pekerjaannya tanpa melakukan hal kongkret ini ternyata bukan tanpa melakukan apa-apa, tapi hari itu orang IT tersebut bekerja dengan hati gembira, penuh semangat dan optimis, dia sangat yakin akan kemampuan dirinya. Ini tidak akan terjadi pada hari-hari yang lain jika orang IT tersebut tidak memiliki perasaan serupa. Hal ini mengacu pada hukum tarik-menarik (Law Of Attraction) yang kini ramai dibicarakan oleh orang-orang besar sebagai sebuah rahasia, yang kira-kira seperti ini bunyinya, ”Apa yang kita pikirkan, itulah yang semesta berikan”. Bagi saya, tentu saja atas izin Allah.

Dari sudut pandang orang beriman: sebagai seorang muslim sejatinya tidak ada hal yang kebetulan.
”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)“. ( Al-Anaam [6]:59 )
Merujuk dari ayat tersebut, teranglah bahwa di dunia ini tidak ada hal yang kebetulan, semua yang telah terjadi maupun yang akan terjadi sudah ditentukan sepenuhnya oleh Yang Maha Kuasa.

Terkait dengan peristiwa seorang IT tadi, memang sulit bila dijelaskan dengan akal manusia yang memiliki batas, karena hanya pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, biarlah hal ini tetap menjadi rahasia-Nya. Seandainyapun akal kita tetap mencari jawaban, maka pandangan ilmuan tadi pun sudah cukup menjadi acuan. Sisi baiknya (karena selalu ada kebaikan dalam segala hal), bisa saja Allah hendak membukakan instuisi orang IT ini untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang diberikan-Nya agar mencari jawaban dengan mempelajari Al-Qur’an, memahami ma’rifat, atau membaca buku “Laa Tahzan” misalnya, atau referensi lain agar pertanyaannya terjawab.

Dan akhirnya sudut pandang orang yang beriman dan seorang peneliti pun ternyata memiliki korelasi :).

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Cerita, Berbagi Pikir and tagged , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kebetulan

  1. Lusi says:

    aku setuju bgt. ga ada yg kebetulan di dunia ini. semua psti ada pnjelasannya. hanya saja mgkn ilmu kita blm nyampe. persis ky gt yg sll aku blg ke sahabat aku. soalnya kdg ga sepaham klo dia udh mngaitkan sm sstu yg mnrt aku ga masuk akal.
    sering bgt kjdian aku lg mmikirkan sesuatu atw lg mnginginkan sstu, trs tb2 tmn aku blg klo dia jg lg mmikirkan hal yg sama. klo itu bs disebut kebetulan juga kah?

    • Zaharudin says:

      kadang orang menggunakan kata “kebetulan” hanya sebagai kata pengganti, bukan untuk menunjukkan makna sebenarnya (bahwa segala sesuatu telah tertulis sebelumnya). Dan tidak semua hal yang dianggap kebetulan mempunya penjelasan yg logis, beberapa diantaranya hanya tetap menjadi sebuah misteri (seperti penjelasan ayat diatas), seperti halnya “pamali” tradisi urang sunda 🙂

  2. Lusi says:

    sempet jg kjdian insiden tutup botol. wktu itu mo buka botol susahnya mnta ampun, dikasih aj ke temen, eh tnpa ssh payah lgsg kebuka sm dia.
    klo dipikir2, peristiwa ‘kebetulan’ bs dibilang berkah jg ya buat kita. slh satu bntuk rejeki..hehe…kebetulan lg pngn makan enak, eh ada yg nraktir…Subhanalloh sekali…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s