Surat Untuk Kekasih


Ketika aku termenung:
tentang masa yang menjadi cermin
Jejak langkahku yang hilang warna,
abu-abu,
hitam pekat,
dan tak jarang putih kering
pucat kosong..
Beruntunglah aku menemukan hulu sendang, sumber kehidupan
yang membawa cahaya menuju pintu
pijakan tangga kecil yang membawaku ke puncak,
Ya.. itulah pintu keberkahan
dan Kau-lah yang menuntun kaki ini melangkah
Kau-lah hulu sendang itu, kekasihku.
Sujudku, tak akan pernah cukup.
Maka ambillah hati dan rasa ini agar pengabdianku tak kenal layak
Kuasailah, jadikan aku kekasih-Mu
Terangkanlah
Hingga tak ada lagi alasan untukku mengangkat dahi
Meniadakan rasa mahkota bermarjan
Sebagaimana nanti aku merindukan sunyi, dan mengabaikan warna-warna ini.
Tetaplah disini jika langkahku kembali memucat
Biarlah rindu berdarah-darah
Malu yang meluluhkan.

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Rasa and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Surat Untuk Kekasih

  1. Lusi says:

    haduhhh…suer ini berat bgt bacaannya…
    ga nyampe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s