Menghadapi Si Pengidap Khianat


Khianat. Salah satu dari tiga tanda orang munafik. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja bila orang tersebut mendapatkan suatu kepercayaan. Celakanya setiap orang telah diberi kepercayaan oleh Khaliq untuk hidup di muka bumi ini, dalam kapasitas lebih kecil setiap orang mempunyai kecenderungan berkhianat sebagai makhluk, tentu saja kepada Sang Maha Pencipta. Tapi saat ini saya tidak akan membahas bagian religi ini.

Secara umum, seseorang dikatakan telah berkhianat jika dia telah mengingkari kepercayaan atau tanggungjawab yang telah dipercayakan kepada dirinya.

Karena penyakit ini tidak kasat mata, bukan hal tak mungkin penyakit ini pernah ada dalam kehidupan kita. Tapi saya berharap teman-teman pembaca bukan yang menjadi subjeknya 🙂 dan saya do’akan teman-teman tak akan dihinggapi penyakit ini. Jika dalam suatu kasus dimana kita sendiri yang menjadi korban, dan suatu saat yang telah melewati waktu yang cukup panjang si pengkhianat ini meminta maaf kepada kita, dia berkata bahwa dia telah bertobat dan sangat menyesali semua perbuatannya, ada dua cara untuk menghadapinya.

Pertama. Jika seseorang meminta maaf, tentu saja kita wajib memaafkan. Dengan catatan, kita juga sebaiknya tetap ber-husnudzon :). Saya teringat perkataan guru saya, “Jika seseorang yang telah mengkhianatimu kembali dan meminta maaf, maka maafkanlah dia tapi jangan berikan jalan untuk dia pulang”. Dalam statement ini cukup jelas, tetap memberi maaf dengan setulus-tulusnya tetapi tidak ada kesempatan kedua untuk si pengkhianat. Siapa sih yang ingin dikecewakan? apalagi untuk yang kedua kalinya 🙂 dalam hal ini, ber-husnudzon bukan berarti tidak waspada. Contoh penerapannya, pimpinan perusahaan tidak mungkin menerima kembali mantan karyawannya yang pernah dipecat dengan tidak hormat, ini semata-mata untuk kelangsungan perusaannya, dan bukan berarti sang pimpinan tidak bisa memberi maaf.

Kedua. Cara ini bisa dilakukan atas dasar cinta. Setiap muslim adalah bersaudara, tidakkah kita ingin mencintai saudara kita? Dan jika kita mencintainya tentu saja kita ingin tetap bersama-sama dalam kebaikan, maka sembuhkanlah dia 🙂 Caranya? Maafkanlah dia dengan seutuhnya dan berilah dia kepercayaan lagi dan lagi, jangan tanggung-tanggung dan jangan menyerah. Ini adalah salah satu cara untuk menyembuhkan penyakit khianat. Memang bukan hal yang sulit, hanya saja ini tidak mudah. Hehe.. Bukankah Bruce Wine beberapa kali dikhianati oleh Selina Kyle, dan sebanyak itu pula Bruce Wine memberi dia kepercayaan hingga akhirnya bisa happy ending (review The Darknight Rises ) 🙂 Ahh.. itu kan cuma film! Betul, tapi disitu ada pelajaran berharga, dan selalu ada pelajaran berharga dalam segala hal. Sekali lagi cara ini hanya bisa dilakukan atas dasar cinta.

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Cerita, Berbagi Pikir and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s