Sepeda Pertama


Bersepeda. Hobi baru saya hampir satu tahun terakhir ini. Pertengahan April 2012 lalu sebuah sepeda gunung saya beli lewat perantara Paman, kebetulan Paman saya juga adalah seorang goweser aktif, mantan atlet pelari marathon yang berprofesi sebagai guru SD.

Sebagai newbe, saya memilih membeli sebuah sepeda gunung (MTB) second hand, karena belum tahu banyak mengenai komponen dan spare part sepeda yang berkualitas. Specialized Stump Jumper model lama menjadi pilihan, ukuran frame 17 inchi cocok dengan tinggi badan saya (169 cm), grupset Shimano Altus dengan rem v-brakes, speed 3×7 percepatan, stem dan stang masih standar, pelg ukuran 26 inchi dengan ban Genio onroad standar.

Rutinitas bersepeda pada dua hari akhir pekan ternyata membawa banyak keberkahan, selain badan yang bugar tentunya, saya juga jadi memiliki banyak teman yang sehobi, bahkan ada yang dari luar kota 🙂 Memperkaya pengetahuan mengenai spare part sepeda dan berbagai teknik bersepeda.

Hampir lima bulan melakukan rutinitas, saya tertarik ingin mencoba mengikuti event balap sepeda yang kebetulan masih di dalam Kabupaten Purwakarta. Event tersebut diadakan oleh Polygon Bike Purwakarta dengan kelas MTB Xross Country dan BMX.

Setelah dua kali mencoba lintasan balap dengan beberapa tanjakan dan turunan yang curam, saya baru menyadari ada beberapa kekurangan dari sepeda yang saya miliki. Shock breaker depan ternyata sudah goyah dan kemungkinan ada komponen dalamnya yang patah. Kemudian, ban genio yang onroad ini tentu saja tidak memiliki bunga ban dan tidak bisa mencengkram kuat medan tanah dan bebatuan, ditambah lagi rem v-brake ternyata tidak cocok untuk sepeda MTB yang notabene memiliki medan yang tidak selalu rata, tanah dan bebatuan. Disamping itu type gear percepatan juga sangat berperan dalam optimasi menggoes.

Setelah melakukan beberapa pertimbangan dan penyesuaian budget, saya memutuskan untuk mengganti shock breaker dan ban luar saja. Shock breaker yang saya beli RST Gila dengan harga yang relatif murah serta memiliki kualitas cukup baik, serta ban Maxxis ukuran 1,9. Saya rasa itu yang paling perlu untuk kondisi sepeda saya kala itu. Selanjutnya saya pun pede mengikuti balapan (walaupun akhirnya tidak menang) 🙂

Event balap sepeda itu ternyata membawa dampak positif dan memberi efek motivasi untuk saya, beberapa minggu setelah balapan saya berniat menekuni olah raga ini lebih serius. Saya pun memodifikasi lagi sepeda saya berdasarkan referensi dari teman-teman senior dan juga dari internet. Saya mengganti stem dan setang juga menambah cyclo meter sebagai alat pengukur latihan. Mengganti pedal biasa dengan pedal clip sekaligus dengan sepasang sepatunya. Dan tentu saja menambah jam latihan, serta menggali lebih banyak lagi teknik-teknik bersepeda yang benar seperti penetapan RPM, teknik climbing, teknik sprint, teknik melewati turunan, dsb.

Terakhir saya mengganti grupset lama dengan grupset khusus MTB yaitu Shimano Deore 2012, disamping karena grupset Shimano Altus lama saya sudah sering sakit-sakitan, saya pikir kondisi dan kualitas grupset juga memiliki peranan penting untuk meningkatkan optimasi bersepeda.

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Cerita, Gowes and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Sepeda Pertama

  1. Zaharudin says:

    thanks pisan kang irawan (http://lippocikarang.wordpress.com/) atas like dan kunjungannya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s