Cerita Kecil Dibalik Pilkada Jabar


Hari ini seluruh warga Jawa Barat berbondong-bondong mendatangi TPS di daerahnya masing-masing untuk menggunakan hak pilihnya dalam rangka Pilkada Jabar periode 2013-2018.

Tapi ada satu keluarga kecil yang sepertinya enggan mendatangi Tempat Pemungutan Suara berlangsung, pasalnya keluarga ini merasa telah dicurangi. Surat Pemberitahuan dan Kartu Pemilih (C-6) yang mereka terima Sabtu siang kemarin ternyata berbeda dengan nama mereka di KTP. Dalam surat itu hanya tertera nama tengah untuk sang suami padahal dia sendiri mempunya nama depan, tengah dan belakang. Dan sang istri mendapat Surat C-6 dengan nama depan yang hanya mirip dengan nama depannya dan nama belakang yang justru berlainan. Jelas ini kekeliruan, pikir keluarga itu. Sore itu juga kepala keluarga yang sudah dikaruniai dua anak tersebut mendatangi ketua RW yang menjadi Ketua KPPS kali ini.

Pak RW mengakui kesalahan penulisan nama dalam surat itu, dia beralasan itu adalah kesalahan pendataan sebelumnya. Tapi bukannya memperbaiki kesalahan penulisan, Pak RW malah mengatakan, “Pemilihan hanya berdasarkan nomor urut pemilih, kesalahan penulisan nama tak akan menjadi masalah, yang penting besok nyoblos saja seperti biasa.” Sambil mengembalikan dua lembar C-6.

Sebagai orang awam, perkataan Pak RW lebih terkesan seperti penegasan sebuah pembenaran. Dan sang kepala keluarga ini tak bisa berbuat banyak.

“Bukannya mau berprasangka buruk, tapi besok saya nyoblos atau pun tidak, ada kemunginan nama saya tetap digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan politik kandidat tertentu. Sementara untuk menggunakan hak pilih, orang yang yang tidak memiliki C-6 pun bisa menggunakan KTP saja”. Pikirnya sedikit kesal.

Laki-laki itu memilih diam karena menurutnya ini bukanlah hal baru, beberapa kali terjadi dalam pemungutan suara baik Pemilihan Kepala Desa, Pemilihan Bupati kemarin, sampai Pilkada saat ini. Kesalahan penulisan yang terjadi secara random sepertinya sudah menjadi sebuah kewajaran. Entah ini kejadian yang sudah terencana atau memang benar ini adalah sebuah kesalahan yang tak bisa dibetulkan?

Advertisements

About Zaharudin

Setiap Orang Adalah Raja
This entry was posted in Berbagi Cerita and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s